impor.org

Info Impor Indonesia

 

Kerjasama Indonesia Dan Australia Di Bidang Perdagangan

Posted on January 21st, 2011 by Yusnu Iman Nurhakim

Hubungan bilateral kerja sama di bidang perdagangan antara negara Indonesia dengan negara Australia dimulai sejak tahun 2007. Kerja sama luar negeri ini dalam rangka menerapkan perjanjian perdagangan bebas di kawasan ASEAN dan negara-negara kawasan pasifik. Bentuk kerja sama luar negeri diantaranya pembuatan perjanjian peraturan dasar perdagangan beserta pendekatannya dan program tukar menukar pengalaman, informasi dan keahlian.

Bagi negara Indonesia dan negara Australia, kerja sama luar negeri ini dapat mendatangkan keuntungan di bidang perekonomian. Keuntungan di bidang perekonomian yang dapat dirasakan oleh kedua negara antara lain:

  • Pertama, investor dapat menanamkan modal di sektor pertambangan dan sumber daya alam lainnya.
  • Kedua, kedua negara dapat membahas permasalahan tarif bea cukai. Tarif bea cukai sering menghalangi kegiatan perdagangan ekspor impor kedua negara.
  • Ketiga, kedua negara dapat memajukan pengembangan di sektor pertanian dan manufaktur.

Agar kerja sama luar negeri ini langgeng terdapat enam prinsip dasar yang harus diperhatikan oleh kedua negara.

  1. Pertama, kedua mitra dagang memiliki kedudukan yang sama dalam perundingan perdagangan. Kedua negara tidak ada yang menganggap negaranya inferior maupun superior.
  2. Kedua, perundingan perdagangan mempertimbangkan nilai potensi kedua negara. Penilaian meliputi tingkat perkembangan ekonomi, keuntungan yang adil dan ongkos biaya yang ditanggung kedua negara.
  3. Ketiga, perundingan perdagangan bersifat komprehensif. Materi perdagangan meliputi liberalisasi dan fasilitas perdagangan barang atau jasa di berbagai sektor serta perlindungan investasi.
  4. Keempat, perjanjian perdagangan bebas harus konsisten mengikuti peraturan organisasi perdagangan dunia (WTO), aturan dasar perdagangan yang tergabung pada APEC, tujuan perdagangan dan kebebasan berinvestasi. Kedua negara harus saling menghormati hasil kesepakatan bersama.
  5. Kelima, perjanjian perdagangan bebas membutuhkan aturan untuk mewadahi mekanisme perdagangan. Aturan yang disepakati oleh kedua negara dapat meng-akomodir kepentingan para pelaku ekonomi.
  6. Keenam, perjanjian perdagangan bebas dapat menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh kedua negara. Manfaat yang diperoleh kedua negara antara lain transfer informasi dan teknologi, keuntungan finansial dan stabilitas perekonomian.

Sayangnya, nilai ekspor impor negara Indonesia hingga akhir tahun 2010 menunjukkan perkembangan yang kurang baik. Data nilai ekspor impor barang Indonesia baik migas maupun non-migas selalu mengalami defisit. Nilai impor barang dari negara Australia selalu lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor barang Indonesia. Negara Indonesia tampaknya perlu meng-evaluasi kembali kerja sama luar negeri dengan negara Australia.

Leave a Reply



  



  

  


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
 
 

Copyright © 2009 impor.org. | Copyright 2009 | All Rights Reserved | Privacy Policy.