impor.org

Info Impor Indonesia

 

Prosedur Impor Indonesia

Posted on February 19th, 2011 by Yusnu Iman Nurhakim

prosedur impor indonesiaPeraturan impor Indonesia tertuang dengan jelas di dalam undang-undang tentang kepabeanan. Importir harus tunduk terhadap peraturan impor tersebut. Agar importir tidak mengalami hambatan dalam kegiatan impor, importir harus mengikuti dengan benar alur prosedur.

Hal yang terpenting selama mengikuti alur prosedur impor yaitu kelengkapan dokumen dan data. Dokumen dan data tersebut berisi sepuluh item. Sepuluh item tersebut yaitu surat izin pendirian usaha yang dilengkapi dengan NPWP perusahaan. Sertifikat tanah yang membuktikan kepemilikan tempat usaha. Laporan keuangan terakhir perusahaan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Surat keterangan lokasi perusahaan beroperasi. Surat keterangan akta pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Jika terjadi perubahan data tentang akta pendirian perusahaan, importir harus membuktikan perubahan tersebut dengan akta perubahan terakhir yang sudah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Importir harus menyerahkan daftar nama-nama pengurus utama perusahaan beserta kartu NPWP masing-masing pengurus perusahaan. Pengurus utama perusahaan yang dimaksud yaitu direktur atau komisaris.

Importir harus sudah memiliki angka pengenal impor (API). API diperoleh dari lembaga pemerintah yang terkait dengan barang impor. API merupakan salah satu dari keseluruhan tahapan di dalam prosedur impor yang melibatkan banyak instansi. Oleh karena itu, pengurusan API membutuhkan waktu dan tempat tersendiri.

Importir tidak boleh sampai melalaikan kelengkapan dokumen dan data tersebut. Karena pengajuan kegiatan impor dapat ditolak oleh kepabeanan. Prosedur impor Indonesia memiliki tahapan birokrasi yang berlapis-lapis.

Apabila kelengkapan dokumen dan data sudah terpenuhi semua, importir dapat mengikuti prosedur impor di kepabeanan. Peraturan impor Indonesia mewajibkan semua importir registrasi di kepabeanan. Prosedur impor yang dijalankan oleh importir tidak sulit. Importir tinggal mengisi formulir registrasi importir lewat situs resmi Direktorat Jenderal Bea Cukai. Seandainya importir menginginkan cara manual dapat mendatangi langsung loket pelayanan bea cukai. Selanjutnya kepabeanan akan menilai isian dokumen dan data pada formulir registrasi importir. Jika kepabeanan menyatakan dokumen dan data lengkap, importir akan menerima nomor tanda terima permohonan registrasi (TTPR).

Direktorat Jenderal Bea Cukai akan mengirim surat pemberitahuan tentang pengajuan isian registrasi importir lewat email. Nomor TTPR dan NPWP dapat digunakan untuk mengecek status pengajuan isian registrasi importir. Apabila pengajuan ditolak oleh kepabeanan, importir diberi kesempatan melakukan perbaikan. Sebaliknya, jika pengajuan diterima oleh kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea Cukai akan memberi nomor identitas kepabeanan (NIK).

Di dalam peraturan impor Indonesia, NIK dapat berlaku surut. Pemberlakuan ini terjadi jika importir tidak melakukan kegiatan impor selama 12 bulan berturut-turut. Direktorat Jenderal Bea Cukai berhak memblokir NIK jika kepabeanan menemukan dokumen dan data yang tidak benar. Tindakan lebih jauh dari kepabeanan yaitu pencabutan NIK. Hal ini terjadi karena importir gagal melakukan perbaikan dokumen dan data yang bermasalah.

Peraturan impor Indonesia memberi keringanan pada importir yang belum memiliki NIK tetapi sudah melakukan kegiatan impor. Kepabeanan akan mengirimkan surat resmi teguran kepada importir. Importir harus segera mengurus NIK karena Direktorat Jenderal Bea Cukai hanya membuat satu kali surat pemberitahuan. Importir yang bandel dapat dikenai larangan melakukan kegiatan impor oleh kepabeanan.

Prosedur impor Indonesia sebenarnya tidak rumit. Pengusaha langsung saja mengimpor barang dari luar negeri. Asalkan barang yang diimpor bukan termasuk dalam daftar larangan barang impor Indonesia. Selanjutnya pengusaha dapat mengurus perizinan impor belakangan. Hanya saja cara seperti ini akan membuat biaya ekonomi sangat tinggi. Risiko yang ditanggung oleh pengusaha sangat tinggi. Barang impor dapat menjadi rusak akibat terlalu lama di port (pelabuhan atau bandara).

Leave a Reply



  



  

  


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
 
 

Copyright © 2009 impor.org. | Copyright 2009 | All Rights Reserved | Privacy Policy.