impor.org

Info Impor Indonesia

 

Nilai Ekspor Vs Nilai Impor

Posted on January 15th, 2011 by Yusnu Iman Nurhakim

Perkembangan ekspor impor Indonesia selama dua tahun terakhir ini mengalami tren peningkatan. Sebelumnya perkembangan ekspor impor Indonesia mengalami rebound pada tahun 2009. Karena pada tahun 2008 seluruh dunia mengalami krisis keuangan global. Krisis keuangan global menyebabkan ambruk perekonomian di negara-negara maju. Data ekspor minyak mentah Indonesia sempat mendapatkan peningkatan yang besar.

Tetapi peningkatan nilai ekspor minyak mentah harus dibayar mahal oleh Indonesia dengan nilai impor bahan bakar minyak (BBM). Nilai impor BBM Indonesia mencapai angka USD 30,35 milyar. Data ekspor impor migas Indonesia di tahun 2008 mendapat nilai neraca perdagangan yang terburuk selama lima tahun terakhir ini. Saat itu, Indonesia mengalami defisit perdagangan ekspor impor sebesar USD 1,42 milyar.

Neraca perdagangan ekspor impor nonmigas periode tahun 2009 hingga 2010 menunjukkan perkembangan yang tipis. Nilai ekspor impor nonmigas hanya mengalami perubahan angka sebesar 0,9 persen. Dampak badai krisis keuangan global masih melanda negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Data ekspor nonmigas berdasarkan negara tujuan ekspor di Eropa menunjukkan nilai ekspor yang rendah. Banyak negara tujuan ekspor di kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang membatalkan atau mengurangi volume permintaan barang ekspor asal Indonesia. Dengan keadaan demikian, eksportir Indonesia banyak yang mengalihkan negara tujuan ekspor ke kawasan Arab, India dan Cina. Negara-negara tersebut memiliki kondisi perekonomian yang kondusif.

Data impor dari keseluruhan barang impor yang diambil dari situs resmi Departemen Perdagangan Republik Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data impor di bukan januari sampai oktober tahun 2010 untuk barang impor migas memperoleh angka USD 21,82 milyar. Sedangkan data impor dari barang impor nonmigas mendapatkan angka USD 87,71 milyar. Total data impor berupa barang migas dan nonmigas mencapai angka USD 109,53 milyar.
Barang impor nonmigas yang memasuki pasar dalam negeri didominasi oleh bahan baku penolong. Bahan baku penolong banyak digunakan oleh industri.

Indonesia saat ini menjadi nett importer untuk bahan bakar minyak (BBM). Peningkatan impor BBH di tahun 2010 mencapai angka 44,96 persen. Pemerintah berkali-kali mengeluarkan kebijakan tentang BBM untuk pengurangan konsumsi BBM. Selama ini, formula kebijakan pemerintah tentang BBM masih belum menunjukkan perubahan yang baik. Tampaknya, program penghematan penggunaan BBM akan terus-menerus dilakukan oleh pemerintah.

Neraca perdagangan ekspor impor Indonesia tahun 2010 mengalami peningkatan yang tipis sebesar 6,32 persen. Nilai neraca perdagangan ekspor impor Indonesia mencapai angka USD 15,59 milyar. Data ekspor impor untuk barang migas menunjukkan angka neraca yang defisit (negatif). Nilai konsumsi BBM Indonesia di dalam negeri sangat tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor migas. Nilai ekspor migas yang rendah disebabkan oleh harga barang yang diekspor masih berupa minyak mentah (crude oil). Sedangkan nilai impor migas lebih tinggi disebabkan barang yang diimpor berupa produk jadi. Produk jadi dihargai lebih tinggi dibandingkan produk mentah.

Leave a Reply



  



  

  


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
 
 

Copyright © 2009 impor.org. | Copyright 2009 | All Rights Reserved | Privacy Policy.