impor.org

Info Impor Indonesia

 

Kondisi Ekspor-Impor Komoditi Pertanian Indonesia

Posted on January 18th, 2011 by Yusnu Iman Nurhakim

Komoditi pertanian Indonesia dalam kegiatan ekspor impor akan diramaikan oleh pelaku ekonomi pada komoditas beras, kelapa sawit, sengon dan karet. Negara-negara yang memiliki kesamaan produk di bidang pertanian antara lain Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina. Negara-negara ini mengakibatkan nilai defisit dalam kegiatan perdagangan internasional dengan Indonesia.

Sedangkan negara-negara yang tidak memiliki kesamaan produk di bidang pertanian antara lain Singapura, Korea selatan, Jepang, India, Timur tengah, Eropa dan Amerika serikat. Apabila negara tersebut sudah menjalin kerja sama di bidang ekonomi, maka Indonesia akan diuntungkan oleh negara ini dalam perdagangan internasional. Indonesia akan mengalami surplus dalam perdagangan.

Sektor pertanian Indonesia didominasi oleh penanaman padi. Kondisi cuaca yang ekstrim akan mengakibatkan banjir dan bencana alam lainnya. Hama penyakit mudah menyerang tanaman padi. Petani akan mengalami gagal panen. Hasil panen padi untuk konsumsi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan seluruh rakyat. Pemerintah akan mempersiapkan rencana impor beras. Negara-negara yang akan dituju oleh pemerintah antara lain Vietnam, Thailand dan Filipina. Kegiatan ekspor impor bagi Indonesia akan menguras devisa negara.

Komoditi pertanian Indonesia yang akan mengalami peningkatan ekspor yaitu crude palm oil (CPO). Indonesia sudah mengalahkan Malaysia dalam hal volume produksi tandan buah segar. Stimulus ekspor CPO didorong oleh regulasi pemerintah untuk dalam negeri. Nilai perdagangan internasional akan menambah devisa negara. Hal yang perlu diwaspadai oleh pekebun yaitu umur tanaman kelapa sawit yang sudah tua. Kelapa sawit yang sudah berumur tua akan mengalami penurunan produktivitas buah.

Komoditi bumbu dapur, sayur mayur akan mengalami kekurangan pasokan di dalam negeri. Komoditi tersebut akan dipasok oleh negara-negara seperti Vietnam, Thailand dan Cina. Sentra tanaman bawang di Brebes, Indramayu, Bantul, Sidoarjo tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Banjir dan hama penyakit akan mengancam tanaman ini.

Komoditi sengon dan karet akan menyumbang peningkatan devisa negara. Tanaman hutan rakyat ini mampu bertahan pada kondisi cuaca ekstrim dan banjir. Harga yang ditawarkan oleh pasar internasional masih bagus. Tetapi bagi pekebun sengon harus mewaspadai serangan kanker batang.

Komoditas pertanian organik dalam kegiatan ekspor impor diperkirakan tetap. Penggunaan teknologi pertanian yang diterapkan oleh petani mampu mengatasi cuaca ekstrim dan serangan hama penyakit. Negara-negara tujuan ekspor antara lain Singapura, Hongkong, Jepang dan Korea selatan. Standar mutu tinggi pada komoditas ini hanya menyasar pada konsumen tertentu saja.

Kegiatan ekspor impor diperkirakan stagnan terjadi pada komoditas tanaman hias. Tren yang flat diperlihatkan oleh grafik permintaan dan penawaran tanaman hias. Nurseri-nurseri masih menunggu varietas baru hasil pemuliaan serta pergerakan konsumen.

One Response to "Kondisi Ekspor-Impor Komoditi Pertanian Indonesia"

  1. Terima kasih atas artikelnya, saya ambilya. Salam sukses, Wassalam

Leave a Reply



  



  

  


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
 
 

Copyright © 2009 impor.org. | Copyright 2009 | All Rights Reserved | Privacy Policy.